Kategori
Berita Musisi

Kisah Michael Jackson Raja Lagu Pop Sedunia !

Michael Jackson – Seorang raja selalu disumpah jadi sendirian dan kesepian. Di punggungnya, bergantung berat beban yang tidak dapat dipisah pada siapa saja, bahkan juga pada pasangannya sendiri. Itu yang terjadi pada Michael Jackson, si raja musik pop.

Panggilan raja pop itu tidak datang dengan tiba-tiba. Menurut Jel Jones dalam Michael Jackson, the King of Pop (2005), panggilan itu lahir karena tidak ada yang dapat menyamakan rekor Jackson yang sukses jual album Thriller (1982) sekitar hampir 60 juta kopi. Sampai saat ini, album ini menggenggam rekor di Guinness World Records sebagai album terlaku selama hidup.

Michael Jackson

Michael Joseph Jackson

Michael Joseph Jackson atau yang terkenal bernama Michael Jackson mempunyai background sebagai mistis sejauh hidupnya. Sebagai vokalis dengan panggilan King of Pop, Michael Jackson terus jadi fokus perhatian khalayak.

Sorotan pada dianya bukan hanya pada beberapa karyanya, tetapi ia secara intensif jadi fokus perhatian karena jumlahnya peralihan yang sudah dilakukan pada badannya khususnya muka.
Pria kelahiran 29 Agustus 1958 ini mengawali profesinya sebagai anggota dari group The Jackson 5, yang dibuat oleh ayahnya, Joseph Jackson. Group itu berisi 5 orang bersaudara kandungan terhitung dianya.

Awalnya Kepopuleran Michael Jackson

Di pucuk kepopuleran The Jackson 5, Michael Jackson malah mundur dan mengawali profesinya sebagai vokalis solo. Album pertama kalinya ‘Off The Wall’ cukup sukses di tahun 1970. Sampai ia sukses jadi seniman kulit hitam pertama kali yang tampil di MTV. Walau sebenarnya, stasiun tv itu awalnya cuman menyiarkan musik dari situs judi slot bet kecil deposit pulsa ras kulit putih saja.

Saat kecil, Michael Jackson sebagai individu yang pemalu. Ia lebih sukai menyendiri ketika saudaranya lainnya bergembira dengan fans mereka. Dengan background keluarga yang kurang sanggup, dan kekerasan yang didapatkan dari ayahnya, Michael kecil mempunyai trauma yang dibawa sampai dewasa.

Operasi Plastik Yang Menyakitkan

Sesudah keberhasilan “Thriller” 1983 yang belum sempat terjadi awalnya, metamorfosis Michael Jackson jadi lebih dari sekedar pengakuan artistik. Dalam video untuk lagu hit-nya itu, Michael Jackson berbeda dari manusia jadi manusia serigala, menjadi zombie dan kembali lagi ke manusia kembali. Seakan-akan ia memakai narasi itu untuk menyaksikan kembali narasi hidupnya dulu dan metamorfosisnya di periode mendatang.

Sesudah melaunching album solo kelimanya, “Off the Wall” (1979), Michael Jackson alami sebuah kecelakaan di pentas saat menyanyi sekalian menari, sampai memutus hidungnya. Dipercaya saat itu ia jalani operasi plastik pertama kalinya.

Saat interviu tahun 2002 dengan ABC News, Michael Jackson menentang ia sudah jalani operasi plastik (oplas) selainnya hidung.

“Saya tidak lakukan operasi plastik lain di mukaku. Cuman hidungku. Ini menolongku bernapas lebih bagus hingga saya dapat capai suara yang semakin tinggi,” katanya.

Dr Pamela Lipkin, seorang pakar bedah dengan specialist hidung menjelaskan jika mustahil hidung yang dibuat kembali lebih bagus untuk menyanyi. Mengakibatkan, pengakuan Michael Jackson itu dipandang menyangsikan.

Proses bedah plastik yang sudah dilakukan Michael Jackson dipacu ejekan berkenaan mukanya yang diterima semenjak kanak-kanak, bahkan juga oleh ayahnya sendiri. Ayahnya kerap panggil Michael Jackson dengan ‘hidung besar’. Ini kenapa ia demikian terobsesi lakukan oplas pada hidungnya sampai jadi demikian ramping.

Beberapa pakar mental menjelaskan jika obsesinya memang muncul memang karena pengalaman periode kecilnya yang jelek. Michael Jackson dipercaya lakukan seringkali operasi kemudian. Peralihan terlihat pada rahang, tulang pipi, bibir, dan dahinya.

Lipkin menambah dan membenarkan jika Michael Jackson jadi ketagihan pada operasi plastik.

“Ketagihan. Dalam makna ia tidak perduli seberapa banyak operasi yang sudah dilakukan. Bila ia tidak suka dengan performanya (hidung), ia terus akan konsentrasi (operasi) pada hidungnya. Hidungnya jadi obsesinya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *